Senin, 17 November 2014

Pentingnya Imunisasi

Untuk para Moms, setelah punya baby sudah menjadi kewajiban kita orangtua untuk menjaga bayi kita dari segala macam penyakit. mungkin salah satu caranya yaitu dengan memberikan imunasasi lengkap pada bayi kita. saya sendiri sudah merasakan buanyak sekali manfaat dari imunisasi ini. si Kembar jarang sekali sakit, sakit batuk atau pilek selama umur 0 sampai 12 bulan hanya sekita 3 kali dan itupun hanya batuk pilek ringan yang tidak sampai dibawa kedokter.
memang imunisasi lengkap itu cukup menguras kocek, apalgi buat saya yang punya anak kembar. biaya imunisasi di kali dua setiap bulan nya. bayangin aja klo satu macam imunisasi seperti imunisasi PCV yang harganya bisa mencapai 750 ribu, saya harus membayar dua kali lipat dari pada moms yang lain. tapi ternayata manfaatnya sebanding dengan rupiah yang harus saya keluarkan.
berikut ini saya posting jadwal imunisasi untuk bayi dari usia 0 sampai dengan 18 tahun


nah ini jenis penjelasan dari beberapa imunisasi diatas


Keterangan:
Rekomendasi imunisasi berlaku mulai 1 Januari 2014.
  1. Vaksin Hepatitis B. Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin hepatitis B dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi.
  2. Vaksin Polio. Pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3 dan polio booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV, namun sebaiknya paling sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV.
  3. Vaksin BCG. Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.
  4. Vaksin DTP. Vaksin DTP pertamadiberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun DTP yang diberikan harus vaksin Td, di-booster setiap 10 tahun.
  5. Vaksin Campak. Campak diberikan pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada SD kelas 1 (program BIAS).
  6. Vaksin Pneumokokus (PCV)Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
  7. Vaksin Rotavirus. Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen: dosis ke-1 diberikan umur 6-14 minggu, interval dosis ke-2, dan ke-3 4-10 minggu, dosis ke-3 diberikan pada umur kurang dari 32 minggu (interval minimal 4 minggu).
  8. Vaksin Varisela. Vaksin varisela dapat diberikan setelah umur 12 bulan, namun terbaik pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
  9. Vaksin Influenza. Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6 – <36 bulan, dosis 0,25 mL.
  10. Vaksin Human papiloma virus (HPV)Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan interval 0, 2, 6 bulan.
(http://idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-idai-2014.html)

untuk masing-masing imunisasi yang sudah dilakukan, hampir tidak pernah ada efek samping seperti panas ataau lainnya. cuma ketika pertama kali di imunisasi rotavirus pada saat sikembar berumur 2 bulan, Kal El sempet diare sekitar 1 hari tapi tidak terlalu parah.

intinya jika kita tidak ingin direpotkan dengan bayi yang gampang sakit. lakukan lah imunisasi lengkap. dan perlu diketahui bahwa imunisasi yang dilakukan di puskesmas memang tidak selengkap yang ada dirumah sakit atau dokter praktek. dipuskesmas hanya imunisasi yang disubsidi pemerintahah yang disediakan. pesan dokter sikembar "imunisasi itu investasi kesehatan" jadi yang sabar ya :-)

Minggu, 16 November 2014

Persiapan Menjelang Kelahiran

Persiapan menjelang kelahiran selain lebih rajin kedokter, ikut senam hamil, kegiatan yang pualing menyenangkan adalah belanjaaaa.
Ternyata bukan cuma Amma yang khilaf, Appa dan Bude malah lebih khilaf.
Rencana nya sih jalan-jalan ke toko perlengkapan bayi cuma buat beli baju dan beberapa barang yang dipakai bayi, tapi sampai di toko bayi semua orang jadi khilaf. semua kayaknya harus di beli. ga cuma berdebat kecil, kegiatan belanja kadang-kadang juga diwarnai dengan adu argumen, sampai acara diem-dieman.
hasilnya setelah membeli banyak barang, ternyata banyak sekali barang-barang yang kelihatannya perlu tapi ternyata ga digunakan sama sekali.
dibawah ini barang-barang yang dibeli, well ternyata lebih banyak yang akhirnya cuma jadi pajangan atau cuma menuh-menuhin rumah aja
1. Boks bayi
    Si Appa kekeuh beli boks bayi ini, walaupun sudah dijelaskan bahwa boks ini ga akan kepake atau cuma  kepake beberapa bulan karena pastinya bayi lebih sering tidur sama ibunya karena alasan lebih gampang menyusui klo bayi tidur disamping ibunya daripada harus bolak balik ngangkat bayi dari boks ke samping ibunya. tapi dasar Appa, tetep beli itu boks katanya biar lebih aman dari pada bayi-bayinya mati ketindih gajah. ya sudahlah.
dan hasilnya boks ini cuma dinikmati  selama sekitar 2 minggu oleh sikembar, selebihnya cuma jadi pajangan dikamar dan mungkin ga lama lagi foto ini beredar di olx.com. sekedar informasi, boks ini dilengkapi dengan kasur dan kelambu  (siapa tau ada yang berminat)

ini foto boks lengkap dengan kasur dan kelambunya



2. Baby Bouncer
waktu lihat-lihat boks bayi, ga sengaja si Appa lihat baby bouncer unik ini. baby bouncer bisa dipake buat ngayun bayi sekaligus bisa berfungsi sbg car seat. mereknya junior... (lupa).
si Appa lagi lagi ngotot beli, katanya biar bayi nya ga sering-sering dgendong n  bau tangan, bouncer ini bisa dipake sbg solusi biar si bayi ga perlu sering-sering digendong. ga tanggung-tanggung, Appa langsung beli dua, biar ga usah gantian katanya.


bouncernya lumayan berguna, selain untuk jemur sikembar pagi-pagi, Bouncernya juga bisa dipake untuk nidurin sikembar klo pas ada tamu dateng mau nengok dan  ternyata Igo betah banget tidur dibouncer. alhasil si Appa malah kewalahan gara-gara setiap malam harus mindahin bouncer ke kamar karna Igo lebih nyenyak tidur dibouncer daripada di kasur. dan gara-gara ditakut-takuti punggung Igo bakal bungkuk klo keseringan tidur dibouncer, akhirnya Appa ngasih ultimatum ga boleh lagi pake bouncer untuk tidur. alhasil bouncernya cuma dipake sekitar 1 bulan dan nasibnya mungkin sama dengan boks bayi yang pic nya sebentar lagi diupload di olx.com :-)

3. Alat Steril Botol
Demi alasan kepraktisan dan kesehatan, kita mutusin untuk beli alat pen-steril botol, karna klo harus rebus botol biar steril kayaknya ribet banget.
akhirnya pilihan kita jatuh ke merek ini
 selain bisa untuk steril botol, alat ini juga bisa berfungsi sebagai warmer. bisa manasin susu ato makanan. dan alhamdulillah alat ini sangat berguna buktinya sampe sekarang kita masih pake alat ini untuk mensteril botol susu sikembar.

4. Cooler Bag dan Breast Pump
Nah klo ini senjatanya Amma. karna Amma cuma dapat cuti dua bulan otomatis Amma butuh dua alat ini untuk dibawa kerja. jadi setiap hari Amma harus "peras" ASI ditempat kerja supaya sikembar tetap dapat ASI. Amma pilih manual brastpump, karna konon katanya elektrik breastpump bikin asinya cepet mampet. (stelah dipikir-pikir, lebih baik pilih elektrik breastpump karna klo pake manual tangannya pegel n butuh waktu lebih lama) tapi memang elektrik breast pump harga dua kali lipat dibanding manual.

Amma pilih merek unimom, produk korea karnanya harga nya lebih murah dibanding produk-produk Jepang.
dan dua benda ini ternyata sangat berguna, dipakai sampai sikembar berumur sekitar 10 bulan. sekarang sudah dipensiunkan karena sikembar sudah ga mau minum ASI lagi. dan masih bisa digunakan jadi mungkin masih bisa dijual di olx.com.

5. Bantal Menyusui
ini juga salah satu barang yang ternyata tidak digunakan dengan semestinya. karna sering lihat-lihat video tutorial cara menyusui bayi kembar secara bersamaan, Amma kekeuh mau beli bantal menyusui. awalnya sih pengen bantal kaya yang ada divideo tutorialnya, tapi apalah daya harga mahal banget. akhirnya Amma pasrah yang penting ada bantalnya ga harus sama dengan yang ada divideo yang penting pesan dokter, bantalnya harus keras. alhasil Amma beli bantal ini
dan cuma dipake sekali karna ternyata susah banget menyusui bayi kembar bersamaan, ribet. selain takut bayinya jatuh, si bayi juga ga sabaran ditambah lagi bekas jahitan operasi masih sakit. jadi akhirnya bantal ini cuma jadi pajangan dipojok kamar.

kesimpulannya buat para Moms dan Dads, jangan khilaf klo mau belanja kebutuhan bayi karna kebanyakan dari barang itu ga kepake atau cuma kepake beberapa kali. Alhasil cuma buang-buang uang aja.