Jumat, 31 Oktober 2014

Perjuangan Sebelum Hamil

Hampir satu tahun menikah belum ada tanda-tanda hamil, sempet ketar ketir juga apalagi setiap ada yang tanya sudah hamil atau belom. suami sih masih cuek, setiap dipaksa kedokter pasti jawabannya belom perlu. Setelah melewati proses bujuk rayu yang panjang, akhirya suami bersedia konsultasi ke dokter kandungan, tapi dia maunya ke RSIA yang deket rumah alasannya lebih praktis.
Whatever lah, pokoknya periksa ke dokter biar tau kenapa sih kok ga hamil-hamil juga padahal usia sudah hampir kepala tiga.
Satu kali kunjungan kedokter, ditanya macem-macem dan cek ternyata rahimnya oke. trus dikasih surat rekomendasi untuk periksa ke lab klo ga salah disuruh periksa HSG. suami juga diminta untuk cek kualitas sperma.
ini sekilas informasi tentang HSG yang aku lihat internet
"HSG dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina. Kemudian dilakukan foto rontgen hingga akan terlihat apakah zat kontras tersebut masuk ke dalam saluran telur atau tidak. Bila masuk, berarti bebas dari perlekatan atau penyumbatan yang dalam istilah medis disebut paten. Sebaliknya bila zat kontras tidak dapat memasuki saluran telur, berarti ada penyumbatan yang lebih dikenal dengan istilah saluran telur nonpaten.
Hanya saja pemeriksaan khusus ini tidak dapat dilakukan sembarang waktu. Waktu pemeriksaan yang tepat adalah hari ke-9, ke-10 atau ke-11 dalam siklus haid (dihitung sejak hari pertama mendapat haid). Umumnya saat memasuki hari ke-9, haid telah selesai dan belum terjadi ovulasi (dilepaskannya sel telur dari indung telur)."
Ternyata HSG itu sakiiiiiiit sekali, nyeri, mual, mules jadi satu. aku teriak-teriak kenceng banget sampai sampai ada mbak-mbak yang lagi antri di HSG nangis. begitu keluar ruang periksa suami marah-marah, katanya aku lebay teriak teriak kedengeran sampe ke ruang tunggu. Hehehe, dia ga tau gimana rasanya di HSG. (ternyata ada yang bilang ternyata kita bisa minta dibius lokal supaya rasanya ga sakit banget. TERLAMBAT!!!)
Setelah dapet foto HSG kita konsultasi lagi kedokter. Ternyata saluran rahimku yang sebelah kanan buntu / Istilah kedokterannya nonpaten (Hasil tes sperma suami OKE), dokternya bilang gak apa -apa karna yang kiri normal. trus dikasih obat penyubur atau apalah. aku diminta datang lagi setelah hari kesekian buat ngecek sel telur. setelah beberapa hari balik kedokter ternyata ditemukanlah masalah baru, selain ada saluran yang nonpaten, sel telurku juga tidak membesar (matang). jadi tidak bisa dibuahi. setelah dijelaskan panjang lebar, dokter ngasih resep, katanya setiap setelah haid disuruh minum obat satu butir setiap hari. sampai 3 bulan tidak ada perubahan apapun alias tidak hamil-hamil. konsultasi bulan keempat sidokter kasih kabar yang mengejutkan, katanya dirahimku ada kista, kecil sih tapi bisa jadi itu yang bikin aku ga hamil-hamil. aku dirujuk ke klinik yang khusus menangani masalah pasangan yang sulit punya anak. waktu disuruh pilih dokter, suami ku dengan pedenya pilih yang nomor satu, pak prof. biar sekalian katanya.
sepanjang perjalanan pulang, suami cuma diam, waktu aku tanya dia lg mikir apa dia bilang, klo kata dokternya bener ada kista, trus gimana ya? bisa hamil ga ya. aku bilang, udah mikirnya besok aja klo sudah pasti, ga usah menduga-duga dulu nanti malah stress. besok pagi nya kita ke klinik tersebut. ketemu pak prof, langsung di USG Transvaginal, alhamdulilah beliau bilang GA ADA KISTA. bearti diagnosa dokter sebelumnya salah. ada harapan lagi nih. setelah lihat foto rontgen HSG, si prof nyaranin aku untuk di Hidrotubasi atau istilah awamnya "ditiup".
ini sedikit informasi tentang hidrotubasi "

HIDROTUBASI


Hidrotubasi adalah pemeriksaan untuk menilai kelancaran (patensi) saluran telur (tuba Falloppii), dengan cara memasukkan cairan (larutan obat) dengan alat hidrotubator melalui vagina, mulut rahim (porsio), saluran leher rahim (kanalis servikalis), rongga rahim (kavum uterus), dan menuju ke saluran telur.

Dasar pemeriksaannya adalah bahwa cairan dapat melewati kedua saluran telur dengan baik bilamana tidak ada sum-batan di saluran telur. Jika terdapat penciutan (spasme) atau sumbatan parsial (sebagian) maka tekanan cairan akan meningkat tetapi masih dapat masuk, sedangkan jika terdapat sumbatan total (oklusi) maka tekanan cairan akan menjadi maksimal (berat) sehingga cairan terhalang masuk dan akan tumpah (membalik kembali)

Lama tindakan
Tindakan hidrotubasi membutuhkan waktu 5-10 menit, dan tidak memerlukan rawat-inap.

Aturan persiapan untuk pasien:

Hidrotubasi dilakukan pada hari ke 9-10 siklus haid (pada siklus normal + 28 hari) dan tidak sedang haid.
Pasien tidak perlu puasa sanggama (abstinensi).
Pasien tidak dalam keadaan demam tinggi, atau sakit berbahaya di alat kelamin (misal infeksi atau perdarahan vagina)
Pasien diharuskan puasa sekurang-kurangnya 6 jam sebelum tindakan.
Pasien harus mengosongkan kandung kemih sebelum tindakan.
Untuk menghindari kecemasan, biasanya sebelum dilakukan tindakan pasien diberikan obat penenang, dan setelah tindakan diberikan obat pereda nyeri.
Setelah tindakan dan bilamana telah sadar dari pengaruh obat penenang, pasien boleh pulang.
Pasien mungkin akan mengalami kram ringan satu jam setelah tindakan (setelah khasiat obat penenang hilang).

katanya ditiup itu sakit, aku sudah membayangkan gimana sakitnya, tapi mau gimana lagi. ternyata lebih sakit di HSG daripada ditiup, klo HSG sakitnya ketika treatment berlangsung klo ditiup sakitnya beberapa jam setelah treatmen. Selama treatment dg pak prof, aku sudah 2 kali diHidrotubasi, ga hamil juga, dikasih berbagai macam obat penyubur yang harganya lumayan menguras kantong. 1 pil kecil harganya 100 ribu, setiap bulan harus makan 5 pil (treatment telur ga matang2). ditambah lagi vitamin dan obat-obat lain. ternyata perjuangan punya anak sangat menguras kantong. sampai dengan bulan ketiga, di prof tampak mulai ga sabaran. suatu ketika ketika lagi di USG transvaginal beliau bilang, "tenyata ada sel telurnya yang matang jeng, gimana klo kita inseminasi buatan aja" terserah dokternya aja deh batinku sambil manggut2.
ini definisi dari inseminasi buatan :
"Inseminasi buatan adalah peletakan sperma ke follicle ovarian (intrafollicular), uterus (intrauterine), cervix (intracervical), atau tube fallopian (intratubal) wanita dengan menggunakan cara buatan dan bukan dengan kopulasi alami."

sama seperti proses tiup/HSG, yang namanya vagina diobok-obok ya mesti ga enak. tapi demi punya anak semua rasa sakit ga dirasakan. setelah inseminasi, harapan untuk punya anak sangaaaatt besar, karena menurut penelitian, tingkat keberhasilannya cukup tinggi. dengan penuh percaya diri, aku sudah sangat yakin hamil. ketika mendekati waktu mens ternyata aku telat, sehari,dua hari, tiga hari, satu minggu..., setelah hari kedelapan terlambat hadi, aku konsultasi lagi kedokter dengan perasaan berbunga-bunga, karena yakin 100% aku hamil, aku ga pernah telat selama ini. setelah dites, tenyata dokternya bilang aku ga hamil. aku shock, sempet ngeyel sama bidannya klo aku pasti hamil coz aku udh telat 8 hari. bidannya bilang aku ga hamil. perasaanku hancur banget, harapan yang selama ini ada langsung hilang begitu aja. aku putus asa, kecewa dsb. diperjalanan pulang dari rumah sakit, aku n suami cuma diam, aku udh bilang sebelumnya klo aku ga mau bahas masalah ini. 

setelah beberapa hari, aku balik konsul ke prof, aku disaranin untuk ditreatmen "laparoscopy" aku tanya itu treatmen apa, dokter bilang itu cuma untuk mendeteksi saluran rahimku dengan kamera superkecil, ada masalah apa dirahimku. aku tanya profnya berarti hasilnya cuma diagnosa bukan pengobatan? dia bilang iya, setelah laparoscopy nanti baru ada treatmen lanjutan. aku tanya di kasirnya, klo laparoscopy kira-kira biayanya berapa?. si ibu bilang, untuk operasinya aja kira-kira 14 juta, blom obat n kamarnya. 
dirumah suami ngajakin diskusi masalah laparoscopy, aku dengan tegas bilang klo aku ga mau laparoscopy, aku mau nunggu aja, sampai allah percaya dan memberi ku rezeki itu. suami ga bisa bilang apa2.

setelah satu bulan kemudian, aku bilang sama suami, gimana klo kita ganti doter aja, kita mulai dari nol. ga usah bilang klo kita sudah sampai tahap inseminasi. aku pengen dapet second opinion. suami awalnya ga setuju, menurut dia, sudah ditreatmen sama pakarnya aja ga berhasil apalagi cuma sama dokter biasa. aku bilang, anggap aja ini usaha kita.
alhasil suami mau, aku dapat dokter dari rekomendasi sepupu, dia bilang ini dokternya cewek, cantik, masih muda, pinter banget. terserah lah pokokmya aku cuma pengen konsultasi.

kunjungan pertama, aku diusg transvaginal, katanya ga ada masalah dirahimku. aku dikasih obat penyubur(yang harganya jauhhhh lebih murah daripada obat si Prof). aku disuruh diet (mengurangi karbo), olahraga (jalan) rutin minimal 30 menit setiap hari. disuruh balik lagi bulan maret (aku periksa bulan januari). aku udah pesimis, ah ga mungkin hamil klo cuma disuruh begituan, diinseminasi aja gagal apalgi cuma disuruh diet n olahraga. 

meskipun males aku tetap jalanin nasehat dokter dengan sebaik-baiknya. setiap hari olahraga (saran dokter 30 menit) aku olahraga 1 jam sehari. makan dengan nasi cuma 3 sendok. baru satu bulan diet BB ku turun 2 kilo, 
setelah kupikir-pikir aku kok blm mens ya, ternyata aku udah telat 5 hari. udh deg-degan tapi blom berani berharap. telat 6 hari, telat 7 hari, pas hari kedelapan aku coba-coba tes pake "sensitif". niatnya sih klo positif, ga msu kasih tau suami, pengennya surprise. begitu dites garisnya dua, deg-deg an banget. tapi garis keduanya kok samar. akhirnya ga tahan, jam 4 pagi bangunin suami trus tanya, "ini garisnya dua kan?" suami kaget. trus senyum-senyum sendiri.
sorenya kita putuskan untuk kedokter, mastiin hamil ato ga. pas ditempat dokternya, dites ternyata beneran hamil tapi masih kecil sekali makanya blm terlalu kelihatan. dokternya komen "kok cepet banget" hehehe, seneng banget rasanya. 
ternyata penantian dan perjuangan selama ini gak sia-sia. ternyata klo sudah waktu dan rejekinya, tanpa usaha berlebihan pun bisa berhasil. Alhamdullilah ya Allah.



3 komentar:

  1. Bun kalau boleh tau dokter perempuannya itu tugas di rs mana ya.

    BalasHapus
  2. Cara dietnya bisa dijelasin gak mba :) kasih info ya

    BalasHapus
  3. Mbak, kalau boleh saya tau, pada kasusnya mbak Vivit terjadi penyumbatan itu hidrosalping bukan ya mbak? Kalau iya, dokter tidak menyarankan untuk mengambil saluran tubanya ya?

    BalasHapus